[Songfict] Stay stay stay

Casts: Lee Ji Eun (IU) //EXO’s Baekhyun

Genre: Fluff

Length: Ficlet

#np=> stay stay stay- Taylor swift

 

ps: Typo yang ketje (?)  bertebaran, dan er …  happy reading 😀

~~~~^___^~~~~

 

 

I’m pretty sure we almost broke up last night
I threw my phone across the room at you
I was expecting some dramatic turn away but you stayed

‘BRAAK!’

Lelaki itu diam-diam tersenyum saat mendengar suara gedebug yang berasal dari depan pintu apartemennya.

Sekarang wajahnya pasti lucu sekali! Batinnya.

Baek Hyun berbalik dan menemukan pecahan I-phone 5 milik kekasihnya tergeletak dengan naas tepat dibawah kakinya.

Anak bodoh! Ini ‘kan mahal sekali!

Pria itu hanya diam menatap naasnya nasib handphone itu selama beberapa detik, lalu menatap kekasihnya yang sedang berada di puncak kekesalannya. Gadis itu mengerutkan alisnya, lalu melemparkan death glare pada pria itu.

“Aku tahu bahasa inggrismu jelek! Tapi kau pasti tahu artinya I hate you!”

Suara gedebug terdengar kedua kalinya saat gadis itu membanting pintu apartemennya yang berada di depan apartemen si pria.

Lemparannya kali ini lebih menyeramkan! Ini hampir saja mengenai kepalaku!

Pria itu bergidig ngeri saat membayangkan handphone kekasinya itu mendarat dengan indah di kepalanya. Tapi kemudian ia tersenyum saat mengingat bagaimana wajah gadis itu saat ia marah. Oke, anggaplah baekhyun aneh, tapi dia memang paling suka wajah kekasihnya saat marah dan tertawa.

Kita akan baik-baik saja, tapi mungkin aku harus lebih berhati-hati menjaga kepalaku.

**** Baca lebih lanjut

Iklan

[Ficlet] Partner

 

 

Cast:  IU / Ji Eun, Thunder’s MBLAQ/ Park Cheondoong, Sandara Park, a girl, Wooyoung’s 2PM  (just mentioned)

Rating: G

Genre: Romance (maybe?)

1745 words

 

 

-That woman-

“Biar ku tebak, kau sedang jatuh cinta ‘kan, dongsaeng~a?”

“Hah? Apa? Ah… tidak, tidak noona~”

“Aku tidak perlu menjadi cenayang hanya untuk mengetahuinya, sayang”  Kakakku ini masih menggodaku meski tangannya masih sibuk dengan spatula, sesekali ia menatapku dengan tatapan jahilnya. “Semua tertulis di dahimu yang lebar itu. Kau itu buku terbuka, setidakknya untuk kakakmu yang cantik ini” Ujarnya sambil meletakkan dua jarinya di dagu, mungkin maskudnya untuk berpose, tapi itu malah membuatku mual.

Well, kakaku memang cantik, tapi tidak usah berpose seperti itu juga.

“Astaga noona, sadar umur!”

Dia menghentikan aktifitas tangannya di spatulanya, dan aku baru tahu kalo aku baru saja cari mati.

Dan aku mengambil langkah seribu sebelum spatula cantik itu mencium kepalaku.

“YAK! PARK CHEONDOONG! Tidak ada makan malam untukmu hari ini! Kau dengar!”

Sekarang malah perutku yang jadi korban. Ck, nasib.

**** Baca lebih lanjut